Friday, May 27, 2016

Aku Kamu Dan Cappuccino

Untukku.. Sang pecinta cappuccino..

Aku dan kamu seperti racikan late dan susu
Seperti krisan dan tulip
Anak-anak dan pelangi

Sudah ini hanya ambigu, tak perlu dipikirkan

Untukku.. Sang pecinta cappuccino..

Kamu pahit
Tapi lalu manis 
Kadang asam
Tapi tidak hambar


Aku, kamu seperti secangkir cappuccino


Kamu.. sang pemikir handal
Ego yang tak pernah kalah
Namun lembut disaat yang sama

Aku.. Sang penyeduh kopi

Dengan segala mimpi-mimpiku
Yang tak pernah berhenti 

Terasa lucu ketika mengingingatnya
Ketika kita sering kali hanya saling melempar cela
Untukku lebih baik begitu
Ketika tak ada sakit hati pada setiap celoteh
Saat tak perlu menjadi orang lain ketika sedang bersamamu

Aku.. kamu.. dalam satu cangkir
Tidak sama tapi tak apa
Meski kadang pahit tapi lalu manis
Seperti..
c.a.p.p.u.c.c.i.n.o



Tuesday, January 12, 2016

Waktu Ini Tidak Sedang Berjalan.. Tapi Berlari


Tulisan ini dibuat bukan semata-mata sebagai catatan awal tahun saja..
Namun lebih banyak ungkapan syukur
Untuk apa yang sudah Tuhan buat atas hidup saya di tahun 2015..
Seperti tulisan saya di akhir tahun 2014 yang lalu 
“2015.. wish you are even more AMAZING” bisa dibilang come true.
Kenapa? Ya. Karna terlalu banyak hal saya lalui dan saya dapat
Seringkali bahkan saya merasa waktu ini seperti sedang mengajak saya berlari
And I realize that I am a good runner.
Banyak proses yang saya lewati bukan dengan berjalan namun berlari, and I enjoy of it.

Now.. let me start from the begining..

Awal Tahun

Memang bukan awal yang mudah, mengingat harus memulai tahun 2015 dengan begitu banyak keraguan.. akan pasangan hidup, pekerjaan, masa depan. Tapi itulah yang normalnya tiap kita pikirkan untuk mengawali tahun bukan? Itulah juga yang menjadi resolusi kita tahun demi tahun.
But I thank God for it

Bulan Kedua

Di tahun kambing ini masih sama, dan ada keraguan lain karna Tuhan memunculkan tokoh baru dalam hidup saya, entah untuk apa. Dengan begitu banyak pertanyaan melekat,
Keep thank God for it

Bulan Ketiga

Adalah bulan dimana hobi baru saya dimulai.. berlari.. iya bersama sang waktu.. berlari bukan karna ingin segera sampai tujuan, bukan pula karna ada yang mengejar, namun lebih karena semua terlalu baik.. bingung? Saya juga, saat itu. Namun diakhir cerita ternyata ada penjelasan yang sangat masuk akal. Dan yang saya yakini dan saya percaya, setiap hal terjadi untuk suatu tujuan. Sedikit bocoran saja, seseorang yang Tuhan munculkan dalam hidup saya menjadi semakin nyata keberadaannya. And I’m still thank God for it

Bulan Keempat

Masih terus berlari.. dan tidak menemukan alasan untuk berhenti. Karna semuanya masih terlalu baik. I thank God for it

Bulan Kelima

Kegiatan berlari ini sedikit tersendat.. Namun bukan hidup namanya jika tidak ada halangan yang menghadang. Karna hidup tidak akan semulus jalan layang yang sengaja dibangun tanpa hambatan. Dan sebagai imbalannya saya harus sprint setelah itu.
But I keep thank God for it

Bulan Keenam

Masih terus berlari dan mendapatkan sesuatu mengenai makna hidup ‘Apa yang kita anggap sederhana seringkali memiliki makna yang tidak sederhana’. Filosofi ini saya dapat, dan tertuang pada tulisan saya sebelumnya ‘Kamu, Bukan Novel Roman Picisan’.
And I am thank God for it

Bulan Ketujuh

Dengan berbekal kekuatan yang masih tersisa saya terus berlari.. bukan untuk siapa, tapi untuk saya sendiri. Kenapa? Ya karna hidup perlu diperjuangkan bukan? Begitulah cara saya berjuang. Berjuang untuk hidup dan cinta. Ah.. rasanya seperti sedang membuat novel picisan. Namun apa yang dikatakan orang tentang ‘cinta itu butuh perjuangan’ benar adanya. Kita tidak bisa duduk santai sambil menunggu cinta itu datang dengan sendirinya.
Tapi disini I will always thank God for it

Bulan Kedelapan

Matahari begitu terik dan keringat mulai membasahi, namun anehnya saya mulai memikmati kegiatan berlari ini. Perjuangan dibulan ketujuh mulai saya nikmati hasilnya. Menikmati kehadiran keluarga baru, menikmati hari-hari dengan dia yang Tuhan ijinkan hadir dalam hidup saya. Dan menikmati waktu berlari bersamanya.
I thank God for him

Bulan Kesembilan             

Disini saya merasa waktu seakan tidak mengijinkan saya istirahat barang sebentar, namun mengajak saya untuk berlari bahkan lebih kencang lagi. Tuhan, dengan begitu asyiknya merancang hidup saya, tanpa saya tau akan dibawa lari kemana. Namun seperti halnya saya tidak diijinkan berhenti berlari saya juga tidak mengijinkan diri saya untuk berhenti bersyukur. Karna semakin hari setiap rancanganNya atas hidup saya semakin nyata.
Still, thank God for it

Bulan Kesepuluh

Bisa dibilang bulan bersejarah buat hidup saya. Sungguh saya tidak ingin berlari disini, saya justru ingin waktu ini terhenti dulu. Sebentar saja. There’s one of my lifetime moment. Yang ngga akan terulang lagi, yang hanya akan terlewati sekali seumur hidup. Tentu tidak ada seorangpun yang ingin melewati momen bersejarah ini dengan berlari. Menikah?!?! Belum. Namun ini gerbang menuju kesana. Momen yang ditunggu semua gadis yang sudah dikejar-kejar pertanyaan ‘kapan?’ dari mama dan saudara-saudara ketika ada pertemuan keluarga. Namun tentu saja alasan saya ‘say yes’ bukan karna pertanyaan yang tak kunjung berhenti itu, tapi lebih karena saya percaya ‘seseorang di bulan kedua’ datang untuk suatu alasan. Dan inilah alasannya. Makin  masuk akal kan?
And I am sooooooo thankfull for it

Bulan Kesebelas

Rasanya tidak ada yang perlu saya jelaskan disini. Karna waktu terasa berlari semakin cepat. Semua mendukung setiap proses yang kami persiapkan. And another grateful moment adalah saya boleh menikmati satu tahun lagi bertambahnya usia. Dengan begitu banyak ‘kado’ berharga yang saya terima. Dari mulai kehilangan pekerjaan dan tergantikan dengan hadiah yang jauuh lebih indah dari kehilangan saya. The best part, saya bisa mulai memberi waktu lebih untuk passion saya yang telah begitu lama tertunda. Yes! I’m a florist now. And my another turning point is... saya dipercaya menjadi seorang guru yang juga jadi cita-cita semasa TK. Yups! Jadi guru TK hahhaa.... Jauh dari masuk akal, namun Dia lebih tau apa yang terbaik untuk saya.
I am more than thankfull for it

Bulan Keduabelas

Yah.. sudah akhir tahun saja. Tapi saya tau ini bukan akhir arena berlari saya. Justru ini adalah waktu dimana saya mulai menikmati diajak berlari sama Tuhan. Itulah kenapa saya bilang diakhir semuanya jadi lebih masuk akal.


Harus saya akui memang tahun 2015 membuat saya agak terengah karena terus membawa saya untuk berlari.
Bahkan masih terlalu banyak momen berlari yang terlewatkan untuk saya tulis dari tahun 2015 kemarin, but it’s doesn't mean that does not important for me.
Kalau boleh saya ringkas saja, ada begitu banyak hal yang mendewasakan saya, menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, menggantikan kehilangan saya, bahkan memberi saya harapan baru untuk terus berlari di tahun 2016 ini..

So.. 2016

Have you even more and more amazing than last year...

Let's bring me to run!!


Friday, July 10, 2015

Kalau Boleh, Hanya Kalau Boleh

Malam ini ketika langit hanya berjarak satu sentuhan
Dan terasa begitu dekat
Aku justru tak mampu berkata..

Di dalam sini.. iya disini..
Apa perlu kutunjuk dadaku?
Rasanya terlalu berlebihan..
Tapi memang begitu adanya

Terasa amat sesak

Tak perlu kuulang lagi bukan?
Iya.. sesak.

Sejenak kupikirkan apa yang sedang kurasa
Ada kerinduan mendalam di dalam sini
Kerinduan ngobrol berjam-jam dengannya
Kerinduan mendengar ajakannya makan mi (iya.. dia hobby sekali makan mi)

Kebutuhan akan jawab dari setiap tanyaku
Kebutuhan akan pertimbangan dalam setiap raguku
Kebutuhan akan perhatian pada setiap sakitku
Dan kebutuhan akan kebijaksanaannya


TUHAN..

Kalau boleh, aku meminta
Ijinkan aku tetap mengingatnya dalam setiap jengkal langkahku
Ijinkan aku tetap merasakan kehadirannya walau dalam diam
Dan ijinkan aku tetap merindunya dalam kesendirian

TUHAN..

Kalau boleh, hanya kalau boleh
Berikan aku seorang sepertinya
Berikan aku seorang penggantinya
Seorang saja

Dan TUHAN..

Kalau boleh, lagi-lagi hanya kalau boleh
Tolong sampaikan saja..
Aku merindunya..
Iya.. Aku merindumu PA


Dear God,
When He was here maybe I'm too shy to say "I Love You"
But now, just let him know that I am




Monday, June 22, 2015

Kapankah Pelangi Datang?


BERSERAH
By : Gamaliel & Audrey
Kapankah pelangi datang, setelah redanya hujanBegitupun gelap malam, takkan tetap takkan diamAkan pergi digantikan pagiAda tangis lalu ada tawa, ada manis di balik kecewaBegitulah biasanya, habis luka datang sukaTerimalah dengan hati yang relaBerserah pasrahkan semua pada Yang KuasaBeri yang terbaik sepenuh jiwaBerserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percayaBahwa kita memang pantas bahagia

Saya memaknai lirik lagu diatas sebagai HOPEbooster..Karna buat saya, dalam menghadapi hidup kita membutuhkan : 
"PENGHARAPAN"
Berangkat dari kata dasar HARAP menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sabar menunggu; tenang; dan jangan gelisah. Dengan diberi imbuhan peng-an yang berarti 'hal atau perbuatan', maka dengan kata lain pengharapan boleh didefinisikan sebagai tindakan menunggu dengan tenang dan sabar. Jujur bukanlah hal yang mudah, ketika kita seringkali terlalu mengandalkan logika, atau bahkan merasa mampu mengatasi segala hal dengan kekuatan sendiri. Sehingga menunggu bukanlah sebuah pilihan. Namun, bagi saya tidak ada hal yang sia-sia.Sebagai catatan, Tuhan tidak akan pernah bekerja ketika kita masih 'take care' of everything.Dia hanya akan turun tangan ketika kita berserah. Ketika kita bersandar. Dan ketika kita berlutut.Dalam hal ini saya masih 'merangkak' untuk benar-benar memahami konsep berpengharapan. Belum bisa berpengharapan bukan berarti tidak beriman. Tetapi lebih kepada saat kita berserah penuh pada keMAHAtauan Sang Pencipta.Bukankah setiap kita diajarkan untuk pasrah semenjak masih berumur hari?Perut kita hanya akan merasa kenyang ketika ibu kita dengan penuh pengertiannya memberi kita air susu. Badan kita hanya akan menjadi bersih ketika ayah kita memandikan tanpa diminta.Dan Tuhan, dengan begitu baiknya memberi kita hati dan akal untuk dapat belajar banyak hal.Saya, mengimani setiap hal yang terjadi adalah untuk kebaikan. 
Jadi, kapankah pelangi datang? 
Tentu.. 
..Setelah Redanya Hujan.. 

Monday, June 15, 2015

Kamu.. Bukan Novel Roman Picisan

Empat belas malam lalu saya dan pasangan saya melakukan perjalanan tak terencana..
Kami pergi ke Candi Borobudur demi melihat pemandangan yang notabene ditunggu semua orang bahkan dari seluruh penjuru dunia..
Ya.. Lebih dari seribu lampion rencananya akan diterbangkan malam itu..
Kami menanti bersama ribuan orang pula dengan berbagai kepentingan..
Kalangan pencari berita, pencari foto bagus, pencari pengalaman baru, bahkan yang hanya sekedar ikut-ikutan pun jauh lebih banyak sepertinya.. Atau orang-orang seperti kami berdua yang datang dengan tujuan yang mulia (menurut kami).. Mencari kedamaian..
Agak terlalu religius ya pemilihan katanya.. tapi memang begitu adanya..
Sedikit cerita saja, saat tulisan ini dibuat kami berdua sedang berjuang demi kebersamaan kami.
Mungkin bagi sebagian orang menghabiskan malam yang (lumayan) dingin bersama orang yang disayangi dengan pemandangan seribu lampion (kapan lagiiii!!) pasti menghasilkan setting seperti di novel roman yang selalu dibayangkan..
Namun bagi kami berdua itu hanya bonus.. ekstra cheese yang melengkapi malam itu..
Kenapa saya yakin kalo itu hanya bonus, karna ada hal yang jauh lebih berarti yang kami dapatkan malam itu. Tapi sebelumnya.. Let me introduce a bit about him..
Buat saya, dia bukan hanya seorang pasangan.. tapi lebih dari itu, dia itu partner. Real partner I meant. Dia seringkali berperan sebagai otak buat saya (He's good at analyzing), ensiklopedi, kamus berjalan, bahkan alfalink berjalan bila perlu.. hehee. Dia itu motivator, telinga, temen traveling bahkan badut (bukan dalam arti sebenarnya) jika dibutuhkan. Intinya dia bisa menempatkan diri dengan baik sesuai kebutuhan.. Oke, cukup soal dia.
Intinya adalah darinya pula saya dapat kesan mendalam tentang malam itu..
Ketika sedang asik menanti ribuan 'kunang-kunang' raksasa itu diterbangkan, dia bilang kalo 'dapet sesuatu' disana, waktu saya tanya apa? Dia bilang kalo dia dapet 'ayem' *)
Emang sih kesannya simple.. tapi memang bahagia sesederhana itu..
Ketika pasangan kita merasa damai bersama kita itulah yang dicari..
Buat saya itu lebih dari cukup.. buat KAMU, terima kasih.
And most of all
I always thank God everytime I remember you..



*) Ayem - bisa diartikan tenang atau damai

Thursday, May 28, 2015

Tuhan Tidak Sebercanda Itu

Tuhan tidak sebercanda itu
Ketika Dia mempertemukan kita
Tuhan tidak sedang bergurau
Ketika menciptakan rasa ini

Ia tau apa yang sedang dirakitnya atas kita
Ia mengerti untuk apa kita ada disini
Bahkan Ia sudah menentukan
Kemana kita harus berjalan setelah ini

Ingatkah kau yang sudah kutuliskan pada lembar sebelumnya
Kita hanya pelaku..
Terus saja berpegang pada apa yang kita yakini
Semua ini adalah Rahasia Surga

Dan jika tiba waktunya
Untukku dan kamu berucap janji itu
Percaya saja
Disanalah kita seharusnya berada..



Monday, February 16, 2015

Pending Coffee..

Dua hari lalu.. waktu lagi SATE* 
Saya menemukan satu artikel menarik..
Yang ngebahas tentang 'Pending Coffee'
Mungkin sebagian dari kita udah ngga asing dengan istilah ini, 
Namun beberapa baru pernah denger, seperti saya contohnya.. 
Let me make it simple.. Intinya adalah..


"Ketika memberi menjadi suatu kebutuhan"


Kebiasaan atau budaya Pending Coffe ini pertama kali dipopulerkan di kota Napoli, Italia.

Begini cara kerjanya.. 

Seorang pembeli di sebuah coffee shop, dia membayar untuk 5 cup kopi. 
Tapi yang dia bawa cuma 2 cup kopi. Terus ada pembeli lain yang bayar untuk 7 cup kopi sementara dia cuma bawa 3 cup kopi di kantong buat dia. Begitu seterusnya.. 
Nah.. penasarankan sisa kopinya diapain?
Ngga lama setelah mereka pergi, akan datang seorang renta yang nanya ke pelayan cafe apa ada kopi yang di pending.. And..

That's they called 'Pending Coffe'



Saya trenyuh begitu liat gambar ini.. 
(bahkan masih bisa berbagi sama anjingnya..)








Ironis kalo dibandingin sama kondisi sekitar kita..
Dimana kayanya nemu orang-orang yang kaya diatas itu udah susah banget..
Yang mau bayar lebih buat orang lain supaya bisa menikmati apa yang kita nikmati juga..
Jaman sekarang yang ada cuma tentang AKU dan HEDON
Ngga ada DIA, KAMU atau MEREKA

Mungkin kalo mau dicari masih ada sih orang-orang yang mau 'pending coffee' nya buat orang lain. 
Tapi bingung harus ngasi kemana dan ke siapa.. 
Kadang saking takutnya ngasi ke orang yang ngga tepat, malah jatohnya ngga jadi ngasi.. 

Emang sih makin kesini makin banyak orang bohong buat kepentingan sendiri..
Penipuan dimana-mana.. pokoknya jauh dari kata jujur..
Jadi kita seolah-olah dipaksa buat jadi orang-orang yang ekstra phobia memberi..

Kalo saya sih intinya gini, kalo mo ngasi ya ngasi aja
Masalah kita ngasinya ke orang yang tepat ato ngga itu masalah mereka.. 
(tapi kalo bisa tepat ya lebih bagus)
Bukannya semua agama juga ngajarin hal yang sama.. 
Memberi tanpa pamrih, lebih baik memberi daripada menerima..
Intinya cuma satu, belajar buat berbagi dari hal-hal kecil disekitar kita..

So... yok sama-sama.. 


Berhenti jadi APATIS dan belajar lebih HUMANIS




*SATE : SAat TEduh - waktu yang diambil untuk merenung sejenak, berdoa dan mengucap syukur, biasanya dipagi atau malam hari.

Friday, February 13, 2015

Bukan Untuk Hari Ini Atau Lusa..



Baru kali ini kulihat tatapan yang begitu dalam dari mata seorang Adam..

Terlalu dalam hingga mampu menembus sumsum terkecil dari tulangku

Tatapan yang membuat aku merasa begitu telanjang dihadapannya

Tanpa mampu menyembunyikan apapun..

Tatapan yang sedikit membuat ngilu di ulu hatiku

Namun masih terlalu dini untukku mengerti arti dari tatapan itu

Mungkin bukan untuk hari ini.. atau lusa..

Tapi yang selalu aku yakini dan aku percaya

Ada jawab untuk setiap tanya..

Namun jika jawab itu memang tak ada..

Toh semua hal terjadi untuk suatu tujuan..

Aku.. hanya pelaku dari drama kehidupan

Yang sudah diatur oleh sang pemilik surga.. 

Tuesday, December 30, 2014

2014




I have done so many amazing things..
I have learn about many things..
I get and lose things..
I have faced many challenges..
Fell sad, happy, worried, disappointed, excited..
And I am still climbing, growing and exploring..
But
If I looking back over the past year..
I am happy to say that it’s been an awesome year for me..


In no specific order some of my favourite things about the past year are :

- Old & New BBQ party and mom’s birthday at Clara’s house, with all of BIG family members..
-  Having an old and new beautiful friends from around Indonesia that join in Mazda CRC Training..
- Meeting my precious one.. Immanuel Yunan Gangga..
- Having my Bali vacation accompanied by best guide ever ‘Monchi’..
- Celebrating 45th Ichthus Radio with all of Ichthus Family members and all great anchor..
- Finding new disease called ‘tiroglobulin’ that still don’t know yet how it came..
- Surprised by my “darla’s” wedding. Yes! You did it Rinces!
- Chosen as a part and became a new family of Pesparawi member Semarang..
- Having a new nephew, baby M. “Matthew Hamonangan Evano Saputra”. And other cute niece and nephew..
- Missing my encyclopedie, my role model, my guidance, my all. Rest In Peace, Pa..
- Getting wonderful 28th and...
- Doing all of my hobbies singing, reading a lot of books, anchoring, MCing etc..
- Having my new business ‘MJ Pallet Art’ with my partner Mr. Mey and my first customer Ms. Ay.Thank you anyway for trusting us..
  And most of all
- Letting the little stuff go and focusing on that which is most important..


So..

2015

Wish you are even more AMAZING



Copyright from my sister’s jurnal and rewrite by my own experiences.

Saturday, November 15, 2014

Surga Yang Punya


40 hari sudah..

Masih kuingat betul rasanya
Rasa yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya
Melihat seseorang yang kusayangi
Terbaring dengan tetap berjuang
Walau dalam diam
Walau tak ada seorangpun tau
Apa yang menjadi pergumulan terakhirnya
Tanpa persiapan dan tanpa sempat berpamitan

Kini 40 hari sudah kepergian itu
Orang bilang setelah melewati angka itu
Maka ia akan berada bersama
Dengan mereka yang telah mendahuluinya

Apakah itu berarti..
Setelah ini aku tidak akan merasakan keberadaannya lagi?
Apakah itu berarti..
Ia benar-benar akan meninggalkan aku?





























Ini adalah saat terakhirku melihatnya..

Tapi aku yakin akan bertemu lagi.. 

Sampai bertemu lagi Pa..

Sampai bertemu di surga

Karna kita semua 


Surga yang punya... 


Monday, November 25, 2013

Dear GOD,

Dear GOD,

Thank you for today
Thank you for my entire life
Thank you for happiness
Thank you for all I've ever had and still
The most..
Thank you for the BIG hopeful future

And the most of all..

I wish I could be like You want me to be..



With Love,

-Your daughter-  

Best coin ever spent...

Friday, October 4, 2013

Ke Sekolah(single), Threeangle-kids band,semarang



Let’s start the day with being like a child. That never worried about anything.. 

Sunday, March 31, 2013

Remah Roti

Jiwaku serapuh remah roti
Hancur remuk hanya dengan satu sentuhan
Aku berjuang mencari makna hidup
Dan meninggalkan kesia-siaan
Karna hidup tak memberiku banyak pilihan
Bertahan menahan amarah
Dengan pilihan sulit yang terus menyerang
Tak memberiku ruang
Bahkan sedetik untuk bernafas
Hidup ini singkat kata orang
Tapi bagiku ini terasa begitu lamaaa
Untuk mencari jawab akan tanya
Yang tak pernah aku temukan

Aku..

Ingin kamu

Dengan tak meninggalkannya

Friday, January 11, 2013

Point Of View (POV)

Wauuuwww... udah taun baru aja nih...

Walo uda lewat 10 hari, gapapa ya tetep ngucapin..









Everyone..... 


Feels that the time run so fast..

Nah.. biasanya kalo taun baru gini tiap kita nonton tivi, baca media cetak, media elektronik pasti bakal sering

nemuin kata   RESOLUSI

Mulai dari artis Indonesia sampe artis luar negri smua ditanya resolusinya apa..

Bahkan kita yang bukan artis juga punya resolusi..

Boleh aja sih punya resolusi, ngga ada salahnya..

Tapi yang mau dibahas disini bukan soal resolusinya, tapi gimana caranya supaya resolusi itu tercapai..

Karna percuma juga punya resolusi baru tapi sudut pandangnya tetep sama..

Sudut pandang tentang apapun, tapi yang utama tentang hidup..

Sebelum kita buat daftar resolusi kita di taun 2013 mending kita review dulu,

apa cara pandang kita selama ini udah bener?!?

Bisa jadi resolusi kita cuma jadi resolusi yang diulang tiap taunnya dan belum tercapai

karna pola pikir dan sudut pandang kita yang selalu sama dan tidak berubah..

Supaya resolusi tercapai penting untuk mengubah Point Of View (POV) kita tentang kehidupan..

POV sendiri kalo diartiin secara sederhana adalah "Sudut Pandang" 

Sudut pandang tentang hidup, masa lalu dan masa depan bisa jadi hal utama demi tercapainya resolusi..

Mengutip dari kata-katanya Pak Tung DW 

Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depan. Yang terpenting adalah tidak berhenti BERTANYA 

Penting untung selalu melakukan pembaharuan..

Bisa dilakukan dengan update tentang apapun yang sedang terjadi di sekeliling kita..

Bukan cuma update status doang, tapi bersikap lebih peduli dan mau tau bisa jadi awal untuk mengubah pola

pikir kita, tapi bukan kepo juga..

Ketika kita jadi orang yang open mind otomatis kita akan berpikiran jauh lebih luas diluar lingkaran

kita..

Dengan begitu, lebih banyak bekal juga buat kita mencapai resolusi kita..

Karna tanpa pengetahuan yang benar, mimpi kita hanya akan terus jadi mimpi..

Jadiiii...

Mari ubah POV kita untuk bisa mencapai mimpi-mimpi kita...


And Let's Say...


"WELCOME 2013"

Sunday, November 18, 2012

Parent's Love...



In the middle of the rain.. I watch this video and I cried while it's played.. 




Just want to share this to others out there.. 

To remain our parent's love.. that never end.. never expecting anything in return.. 

Only give the best one.. teach the right one.. and loving with all they have.. 

So.. watch carefully every part of this video.. 




Thursday, November 15, 2012

Tidak ada Kebetulan...



Yang aku yakini dan aku percaya
Bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini
Ketika seorang wanita menyadari
Jantungnya akan berdetak lebih cepat ketika bertemu dengan seorang pria
Atau ketika hanya mendengar suaranya saja rasanya sudah seperti berada di surga
Itu bukan kebetulan
Meski mungkin tidak berujung dengan kebersamaan
Yang aku tau jika semua itu diijinkan terjadi
Pasti ada hal baik disana
Pernyataan ini bukan sebagai pembelaan semata
Namun lebih kepada belajar untuk mengerti rencanaNya
Yang indah tentunya
Yang tidak akan mengecewakan
Dan tidak menyebabkan air mata
Cukup hanya dengan melihat namanya
Berada di daftar teman obrolan
Itu saja cukup

Tuesday, November 13, 2012

What If...


It's nice to have someone that always there beside you in every single time 



Nevertheless ...



What if you are not the right one ...

What if you are the most contradicted one ...

What if we are not destined to be together ...


Will you still right here beside me ?

Will you still hold me tight ?

Will you still wait for me over the rainbow ?


Cause I do ... 


Still here for you ...

Still hear your heart beat ...

Still feel your warm embrace ...






And I finally knew that love is not always be mine ... 

Sunday, November 11, 2012

Just For a While...


Sebut saja "Sasa"..

Seorang wanita berusia 25 tahun yang sudah bekerja dan belum menikah.

Dia selalu begitu memperhatikan penampilannya, mengkuti setiap trend fashion yang ada. Dan akhirnya tak ada sisa di rekening tabungannya. Suatu hari seorang teman menawarkan investasi dengan janji modal yang ditanam kembali ditambah dengan bunga 50% dalam waktu 30 hari.
Kalo kejadiannya baru-baru ini pasti Sasa udah koprol sambil bilang 'WOW'. Benar-benar tawaran menggiurkan. Dan betul, saking excitednya dia langsung investkan seluruh gajinya pada temannya itu.. Dengan harapan dananya akan kembali dengan untung 50%. Setelah menunggu selama 30 hari ternyata dana yang diharapkan belum cair. Kemudian setelah menunggu berbulan-bulan, dana tersebut belum cair juga.

That's we called "problems" atau "masalah" karna kita sudah tau akhirnya akan seperti apa.

Namun seringkali manusia tidak sadar akan akhir dari keputusan yang diambil. Atau akan resiko dari tindakan yang diperbuat. Atau bahkan seringkali dengan sengaja tidak memikirkan akibat atau resikonya.

Yang jelas masalah adalah kondisi dimana kita sadari betul akhir atau resikonya tapi kita tetap terjun di dalamnya.

Mana ada hari gini investasi dengan bunga 50% dalam sebulan?

Kasus diatas mengingatkan kita bahwa tidak ada hal yang didapat secara instan di dunia ini. Semua membutuhkan usaha dan doa.

Bahkan seorang teman mendefinisikan masalah sebagai berikut :

"Masalah tidak akan menjadi suatu masalah ketika kita sadar bahwa itu adalah sebuah masalah" 
Nah.. kalau kita menyadari satu kondisi berpotensi menjadi suatu masalah, maka kita akan menghindarinya bukan?

Lain halnya dengan "Cobaan" kita tidak pernah tau kapan dan sebesar apa cobaan itu datang. Bahkan seringkali kita tidak menyadari kalau itu sebuah cobaan.

Cobaan dapat berupa apa saja sakit penyakit, kehilangan, kecelakaan dan banyak kejadian lain.

Namun satu hal kita percaya..

'Tidak ada pencobaan yang jauh lebih besar dari kekuatan kita'

Tuhan sendiri berjanji akan memberikan kekuatan untuk dapat mengatasi setiap pencobaan yang datang. Namun, kita seringkali terlalu sibuk mengeluh dan menyalahkan Tuhan. Seharusnya kita sadari betul, bahwa pencobaan itu datangnya bukan dari Tuhan, namun justru sebaliknya, cobaan itu datang dari 'keinginan' kita sendiri. Jadi, cobalah untuk introspeksi diri ketika cobaan itu datang. 

Cara yang paling ampuh untuk mengatasi pencobaan itu adalah dengan... 



Ya.. BERDOA!!!

Hanya dengan doa dan berharap kepada Tuhan, kita dapat mengatasi setiap pencobaan dan beban hidup yang sedang kita alami.
Karena, seperti judul diatas "Just For A While"

Setiap pencobaan itu sifatnya hanya sementara. Dan ketika kita berhasil melewatinya, kita akan mengalami kemenangan iman yang luar biasa. 

So guys..


Keep in faith and pray



Monday, October 22, 2012

Berhembus tidak selalu nafas


Yang berhembus itu tidak selalu nafas
Lebih membunuh dari dinginnya angin malam
Mengernyitkan dahi untuk dapat melihat jauh kedepan
Karna didepan sana hanya ada kabut dalam kegelapan
Ketakutan itu sudah tidak ada lagi

Karna aku sudah mati

Sepuluh menit yang lalu ketika kau menyuntikkan racun itu
Saat aku tertidur sebentar
Terima kasih membuatnya tidak terasa sakit
Namun ingin kutanya padamu
Apa yang kau genggam di dalam sebelah matamu itu
Karna aku tau yang sebelah
Disana berisi kebencian dan dendam
Lalu apa yang kau simpan disebelah lagi

Apa itu cinta?

Apakah kau mulai jatuh cinta padaku?
Dan kenapa kau membunuhku kalau begitu
Bukan keberadaankukah yang kau inginkan
Atau hanya seonggok debu yang hilang begitu angin berhembus
Aku hanya ingin jadi mawar merah itu
Yang tiap kali kau letakkan disamping tubuh tak bernyawa mereka
Selalu setelah kau selesai dengan pekerjaanmu
Mawar itu yang kau simpan di ruang bawah tanah berbatu

Mereka bilang mereka bukan lagi dua
Melainkan satu
Itukah definisi pernikahan?
Apakah setelah menikah tidak aka nada lagi perbedaan?
Bukan aku yang harus menjawabnya