Monday, June 15, 2015

Kamu.. Bukan Novel Roman Picisan

Empat belas malam lalu saya dan pasangan saya melakukan perjalanan tak terencana..
Kami pergi ke Candi Borobudur demi melihat pemandangan yang notabene ditunggu semua orang bahkan dari seluruh penjuru dunia..
Ya.. Lebih dari seribu lampion rencananya akan diterbangkan malam itu..
Kami menanti bersama ribuan orang pula dengan berbagai kepentingan..
Kalangan pencari berita, pencari foto bagus, pencari pengalaman baru, bahkan yang hanya sekedar ikut-ikutan pun jauh lebih banyak sepertinya.. Atau orang-orang seperti kami berdua yang datang dengan tujuan yang mulia (menurut kami).. Mencari kedamaian..
Agak terlalu religius ya pemilihan katanya.. tapi memang begitu adanya..
Sedikit cerita saja, saat tulisan ini dibuat kami berdua sedang berjuang demi kebersamaan kami.
Mungkin bagi sebagian orang menghabiskan malam yang (lumayan) dingin bersama orang yang disayangi dengan pemandangan seribu lampion (kapan lagiiii!!) pasti menghasilkan setting seperti di novel roman yang selalu dibayangkan..
Namun bagi kami berdua itu hanya bonus.. ekstra cheese yang melengkapi malam itu..
Kenapa saya yakin kalo itu hanya bonus, karna ada hal yang jauh lebih berarti yang kami dapatkan malam itu. Tapi sebelumnya.. Let me introduce a bit about him..
Buat saya, dia bukan hanya seorang pasangan.. tapi lebih dari itu, dia itu partner. Real partner I meant. Dia seringkali berperan sebagai otak buat saya (He's good at analyzing), ensiklopedi, kamus berjalan, bahkan alfalink berjalan bila perlu.. hehee. Dia itu motivator, telinga, temen traveling bahkan badut (bukan dalam arti sebenarnya) jika dibutuhkan. Intinya dia bisa menempatkan diri dengan baik sesuai kebutuhan.. Oke, cukup soal dia.
Intinya adalah darinya pula saya dapat kesan mendalam tentang malam itu..
Ketika sedang asik menanti ribuan 'kunang-kunang' raksasa itu diterbangkan, dia bilang kalo 'dapet sesuatu' disana, waktu saya tanya apa? Dia bilang kalo dia dapet 'ayem' *)
Emang sih kesannya simple.. tapi memang bahagia sesederhana itu..
Ketika pasangan kita merasa damai bersama kita itulah yang dicari..
Buat saya itu lebih dari cukup.. buat KAMU, terima kasih.
And most of all
I always thank God everytime I remember you..



*) Ayem - bisa diartikan tenang atau damai

No comments:

Post a Comment