Tulisan
ini dibuat bukan semata-mata sebagai catatan awal tahun saja..
Namun lebih
banyak ungkapan syukur
Untuk apa yang sudah Tuhan buat atas hidup saya di tahun
2015..
Seperti
tulisan saya di akhir tahun 2014 yang lalu
“2015.. wish you are even more
AMAZING” bisa dibilang come true.
Kenapa?
Ya. Karna terlalu banyak hal saya lalui dan saya dapat
Seringkali bahkan saya
merasa waktu ini seperti sedang mengajak saya berlari
And I realize that I am
a good runner.
Banyak proses yang saya lewati bukan dengan berjalan namun
berlari, and I enjoy of it.
Now..
let me start from the begining..
Awal
Tahun
Memang
bukan awal yang mudah, mengingat harus memulai tahun 2015 dengan begitu banyak
keraguan.. akan pasangan hidup, pekerjaan, masa depan. Tapi itulah yang
normalnya tiap kita pikirkan untuk mengawali tahun bukan? Itulah juga yang
menjadi resolusi kita tahun demi tahun.
But I thank God for it
Bulan
Kedua
Di
tahun kambing ini masih sama, dan ada keraguan lain karna Tuhan memunculkan
tokoh baru dalam hidup saya, entah untuk apa. Dengan begitu banyak pertanyaan
melekat,
Keep thank God for it
Bulan
Ketiga
Adalah
bulan dimana hobi baru saya dimulai.. berlari.. iya bersama sang waktu..
berlari bukan karna ingin segera sampai tujuan, bukan pula karna ada yang
mengejar, namun lebih karena semua terlalu baik.. bingung? Saya juga, saat itu.
Namun diakhir cerita ternyata ada penjelasan yang sangat masuk akal. Dan yang
saya yakini dan saya percaya, setiap hal terjadi untuk suatu tujuan. Sedikit
bocoran saja, seseorang yang Tuhan munculkan dalam hidup saya menjadi semakin
nyata keberadaannya. And I’m still thank God for it
Bulan
Keempat
Masih
terus berlari.. dan tidak menemukan alasan untuk berhenti. Karna semuanya masih
terlalu baik. I thank God for it
Bulan
Kelima
Kegiatan
berlari ini sedikit tersendat.. Namun bukan hidup namanya jika tidak ada
halangan yang menghadang. Karna hidup tidak akan semulus jalan layang yang
sengaja dibangun tanpa hambatan. Dan sebagai imbalannya saya harus sprint
setelah itu.
But I keep thank God for it
Bulan
Keenam
Masih
terus berlari dan mendapatkan sesuatu mengenai makna hidup ‘Apa yang kita
anggap sederhana seringkali memiliki makna yang tidak sederhana’. Filosofi ini
saya dapat, dan tertuang pada tulisan saya sebelumnya ‘Kamu, Bukan Novel Roman
Picisan’.
And I am thank God for it
Bulan
Ketujuh
Dengan
berbekal kekuatan yang masih tersisa saya terus berlari.. bukan untuk siapa,
tapi untuk saya sendiri. Kenapa? Ya karna hidup perlu diperjuangkan bukan?
Begitulah cara saya berjuang. Berjuang untuk hidup dan cinta. Ah.. rasanya
seperti sedang membuat novel picisan. Namun apa yang dikatakan orang tentang
‘cinta itu butuh perjuangan’ benar adanya. Kita tidak bisa duduk santai sambil
menunggu cinta itu datang dengan sendirinya.
Tapi disini I will always thank
God for it
Bulan
Kedelapan
Matahari
begitu terik dan keringat mulai membasahi, namun anehnya saya mulai memikmati
kegiatan berlari ini. Perjuangan dibulan ketujuh mulai saya nikmati hasilnya. Menikmati
kehadiran keluarga baru, menikmati hari-hari dengan dia yang Tuhan ijinkan
hadir dalam hidup saya. Dan menikmati waktu berlari bersamanya.
I thank God for
him
Bulan Kesembilan
Disini
saya merasa waktu seakan tidak mengijinkan saya istirahat barang sebentar,
namun mengajak saya untuk berlari bahkan lebih kencang lagi. Tuhan, dengan
begitu asyiknya merancang hidup saya, tanpa saya tau akan dibawa lari kemana.
Namun seperti halnya saya tidak diijinkan berhenti berlari saya juga tidak
mengijinkan diri saya untuk berhenti bersyukur. Karna semakin hari setiap
rancanganNya atas hidup saya semakin nyata.
Still, thank God for it
Bulan
Kesepuluh
Bisa
dibilang bulan bersejarah buat hidup saya. Sungguh saya tidak ingin berlari
disini, saya justru ingin waktu ini terhenti dulu. Sebentar saja. There’s one of my lifetime moment. Yang ngga akan terulang lagi, yang hanya akan terlewati
sekali seumur hidup. Tentu tidak ada seorangpun yang ingin melewati momen
bersejarah ini dengan berlari. Menikah?!?! Belum. Namun ini gerbang menuju
kesana. Momen yang ditunggu semua gadis yang sudah dikejar-kejar pertanyaan
‘kapan?’ dari mama dan saudara-saudara ketika ada pertemuan keluarga. Namun
tentu saja alasan saya ‘say yes’ bukan karna pertanyaan yang tak kunjung
berhenti itu, tapi lebih karena saya percaya ‘seseorang di bulan kedua’ datang
untuk suatu alasan. Dan inilah alasannya. Makin
masuk akal kan?
And I am sooooooo thankfull for it
Bulan
Kesebelas
Rasanya
tidak ada yang perlu saya jelaskan disini. Karna waktu terasa berlari semakin
cepat. Semua mendukung setiap proses yang kami persiapkan. And another grateful moment adalah saya boleh menikmati satu tahun lagi bertambahnya usia.
Dengan begitu banyak ‘kado’ berharga yang saya terima. Dari mulai kehilangan
pekerjaan dan tergantikan dengan hadiah yang jauuh lebih indah dari kehilangan
saya. The best part, saya bisa mulai memberi waktu lebih untuk passion saya yang
telah begitu lama tertunda. Yes! I’m a florist now. And my another turning
point is... saya dipercaya menjadi seorang guru yang juga jadi cita-cita semasa
TK. Yups! Jadi guru TK hahhaa.... Jauh dari masuk akal, namun Dia lebih tau apa
yang terbaik untuk saya.
I am more than thankfull for it
Bulan
Keduabelas
Yah..
sudah akhir tahun saja. Tapi saya tau ini bukan akhir arena berlari saya.
Justru ini adalah waktu dimana saya mulai menikmati diajak berlari sama Tuhan. Itulah
kenapa saya bilang diakhir semuanya jadi lebih masuk akal.
Harus
saya akui memang tahun 2015 membuat saya agak terengah karena terus membawa
saya untuk berlari.
Bahkan
masih terlalu banyak momen berlari yang terlewatkan untuk saya tulis dari tahun
2015 kemarin, but it’s doesn't mean that does not important for me.
Kalau
boleh saya ringkas saja, ada begitu banyak hal yang mendewasakan saya, menjawab
pertanyaan-pertanyaan saya, menggantikan kehilangan saya, bahkan memberi saya
harapan baru untuk terus berlari di tahun 2016 ini..
So..
2016
Have
you even more and more amazing than last year...
Let's bring me to run!!