Yang berhembus itu tidak selalu nafas
Lebih membunuh dari dinginnya angin malam
Mengernyitkan dahi untuk dapat melihat jauh kedepan
Karna didepan sana hanya ada kabut dalam kegelapan
Ketakutan itu sudah tidak ada lagi
Karna aku sudah mati
Sepuluh menit yang lalu ketika kau menyuntikkan racun itu
Saat aku tertidur sebentar
Terima kasih membuatnya tidak terasa sakit
Namun ingin kutanya padamu
Apa yang kau genggam di dalam sebelah matamu itu
Karna aku tau yang sebelah
Disana berisi kebencian dan dendam
Lalu apa yang kau simpan disebelah lagi
Apa itu cinta?
Apakah kau mulai jatuh cinta padaku?
Dan kenapa kau membunuhku kalau begitu
Bukan keberadaankukah yang kau inginkan
Atau hanya seonggok debu yang hilang begitu angin berhembus
Aku hanya ingin jadi mawar merah itu
Yang tiap kali kau letakkan disamping tubuh tak bernyawa
mereka
Selalu setelah kau selesai dengan pekerjaanmu
Mawar itu yang kau simpan di ruang bawah tanah berbatu
Mereka bilang mereka bukan lagi dua
Melainkan satu
Itukah definisi pernikahan?
Apakah setelah menikah tidak aka nada lagi perbedaan?
Bukan aku yang harus menjawabnya
No comments:
Post a Comment