Monday, June 22, 2015

Kapankah Pelangi Datang?


BERSERAH
By : Gamaliel & Audrey
Kapankah pelangi datang, setelah redanya hujanBegitupun gelap malam, takkan tetap takkan diamAkan pergi digantikan pagiAda tangis lalu ada tawa, ada manis di balik kecewaBegitulah biasanya, habis luka datang sukaTerimalah dengan hati yang relaBerserah pasrahkan semua pada Yang KuasaBeri yang terbaik sepenuh jiwaBerserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percayaBahwa kita memang pantas bahagia

Saya memaknai lirik lagu diatas sebagai HOPEbooster..Karna buat saya, dalam menghadapi hidup kita membutuhkan : 
"PENGHARAPAN"
Berangkat dari kata dasar HARAP menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sabar menunggu; tenang; dan jangan gelisah. Dengan diberi imbuhan peng-an yang berarti 'hal atau perbuatan', maka dengan kata lain pengharapan boleh didefinisikan sebagai tindakan menunggu dengan tenang dan sabar. Jujur bukanlah hal yang mudah, ketika kita seringkali terlalu mengandalkan logika, atau bahkan merasa mampu mengatasi segala hal dengan kekuatan sendiri. Sehingga menunggu bukanlah sebuah pilihan. Namun, bagi saya tidak ada hal yang sia-sia.Sebagai catatan, Tuhan tidak akan pernah bekerja ketika kita masih 'take care' of everything.Dia hanya akan turun tangan ketika kita berserah. Ketika kita bersandar. Dan ketika kita berlutut.Dalam hal ini saya masih 'merangkak' untuk benar-benar memahami konsep berpengharapan. Belum bisa berpengharapan bukan berarti tidak beriman. Tetapi lebih kepada saat kita berserah penuh pada keMAHAtauan Sang Pencipta.Bukankah setiap kita diajarkan untuk pasrah semenjak masih berumur hari?Perut kita hanya akan merasa kenyang ketika ibu kita dengan penuh pengertiannya memberi kita air susu. Badan kita hanya akan menjadi bersih ketika ayah kita memandikan tanpa diminta.Dan Tuhan, dengan begitu baiknya memberi kita hati dan akal untuk dapat belajar banyak hal.Saya, mengimani setiap hal yang terjadi adalah untuk kebaikan. 
Jadi, kapankah pelangi datang? 
Tentu.. 
..Setelah Redanya Hujan.. 

Monday, June 15, 2015

Kamu.. Bukan Novel Roman Picisan

Empat belas malam lalu saya dan pasangan saya melakukan perjalanan tak terencana..
Kami pergi ke Candi Borobudur demi melihat pemandangan yang notabene ditunggu semua orang bahkan dari seluruh penjuru dunia..
Ya.. Lebih dari seribu lampion rencananya akan diterbangkan malam itu..
Kami menanti bersama ribuan orang pula dengan berbagai kepentingan..
Kalangan pencari berita, pencari foto bagus, pencari pengalaman baru, bahkan yang hanya sekedar ikut-ikutan pun jauh lebih banyak sepertinya.. Atau orang-orang seperti kami berdua yang datang dengan tujuan yang mulia (menurut kami).. Mencari kedamaian..
Agak terlalu religius ya pemilihan katanya.. tapi memang begitu adanya..
Sedikit cerita saja, saat tulisan ini dibuat kami berdua sedang berjuang demi kebersamaan kami.
Mungkin bagi sebagian orang menghabiskan malam yang (lumayan) dingin bersama orang yang disayangi dengan pemandangan seribu lampion (kapan lagiiii!!) pasti menghasilkan setting seperti di novel roman yang selalu dibayangkan..
Namun bagi kami berdua itu hanya bonus.. ekstra cheese yang melengkapi malam itu..
Kenapa saya yakin kalo itu hanya bonus, karna ada hal yang jauh lebih berarti yang kami dapatkan malam itu. Tapi sebelumnya.. Let me introduce a bit about him..
Buat saya, dia bukan hanya seorang pasangan.. tapi lebih dari itu, dia itu partner. Real partner I meant. Dia seringkali berperan sebagai otak buat saya (He's good at analyzing), ensiklopedi, kamus berjalan, bahkan alfalink berjalan bila perlu.. hehee. Dia itu motivator, telinga, temen traveling bahkan badut (bukan dalam arti sebenarnya) jika dibutuhkan. Intinya dia bisa menempatkan diri dengan baik sesuai kebutuhan.. Oke, cukup soal dia.
Intinya adalah darinya pula saya dapat kesan mendalam tentang malam itu..
Ketika sedang asik menanti ribuan 'kunang-kunang' raksasa itu diterbangkan, dia bilang kalo 'dapet sesuatu' disana, waktu saya tanya apa? Dia bilang kalo dia dapet 'ayem' *)
Emang sih kesannya simple.. tapi memang bahagia sesederhana itu..
Ketika pasangan kita merasa damai bersama kita itulah yang dicari..
Buat saya itu lebih dari cukup.. buat KAMU, terima kasih.
And most of all
I always thank God everytime I remember you..



*) Ayem - bisa diartikan tenang atau damai