Friday, May 27, 2016

Aku Kamu Dan Cappuccino

Untukku.. Sang pecinta cappuccino..

Aku dan kamu seperti racikan late dan susu
Seperti krisan dan tulip
Anak-anak dan pelangi

Sudah ini hanya ambigu, tak perlu dipikirkan

Untukku.. Sang pecinta cappuccino..

Kamu pahit
Tapi lalu manis 
Kadang asam
Tapi tidak hambar


Aku, kamu seperti secangkir cappuccino


Kamu.. sang pemikir handal
Ego yang tak pernah kalah
Namun lembut disaat yang sama

Aku.. Sang penyeduh kopi

Dengan segala mimpi-mimpiku
Yang tak pernah berhenti 

Terasa lucu ketika mengingingatnya
Ketika kita sering kali hanya saling melempar cela
Untukku lebih baik begitu
Ketika tak ada sakit hati pada setiap celoteh
Saat tak perlu menjadi orang lain ketika sedang bersamamu

Aku.. kamu.. dalam satu cangkir
Tidak sama tapi tak apa
Meski kadang pahit tapi lalu manis
Seperti..
c.a.p.p.u.c.c.i.n.o



Tuesday, January 12, 2016

Waktu Ini Tidak Sedang Berjalan.. Tapi Berlari


Tulisan ini dibuat bukan semata-mata sebagai catatan awal tahun saja..
Namun lebih banyak ungkapan syukur
Untuk apa yang sudah Tuhan buat atas hidup saya di tahun 2015..
Seperti tulisan saya di akhir tahun 2014 yang lalu 
“2015.. wish you are even more AMAZING” bisa dibilang come true.
Kenapa? Ya. Karna terlalu banyak hal saya lalui dan saya dapat
Seringkali bahkan saya merasa waktu ini seperti sedang mengajak saya berlari
And I realize that I am a good runner.
Banyak proses yang saya lewati bukan dengan berjalan namun berlari, and I enjoy of it.

Now.. let me start from the begining..

Awal Tahun

Memang bukan awal yang mudah, mengingat harus memulai tahun 2015 dengan begitu banyak keraguan.. akan pasangan hidup, pekerjaan, masa depan. Tapi itulah yang normalnya tiap kita pikirkan untuk mengawali tahun bukan? Itulah juga yang menjadi resolusi kita tahun demi tahun.
But I thank God for it

Bulan Kedua

Di tahun kambing ini masih sama, dan ada keraguan lain karna Tuhan memunculkan tokoh baru dalam hidup saya, entah untuk apa. Dengan begitu banyak pertanyaan melekat,
Keep thank God for it

Bulan Ketiga

Adalah bulan dimana hobi baru saya dimulai.. berlari.. iya bersama sang waktu.. berlari bukan karna ingin segera sampai tujuan, bukan pula karna ada yang mengejar, namun lebih karena semua terlalu baik.. bingung? Saya juga, saat itu. Namun diakhir cerita ternyata ada penjelasan yang sangat masuk akal. Dan yang saya yakini dan saya percaya, setiap hal terjadi untuk suatu tujuan. Sedikit bocoran saja, seseorang yang Tuhan munculkan dalam hidup saya menjadi semakin nyata keberadaannya. And I’m still thank God for it

Bulan Keempat

Masih terus berlari.. dan tidak menemukan alasan untuk berhenti. Karna semuanya masih terlalu baik. I thank God for it

Bulan Kelima

Kegiatan berlari ini sedikit tersendat.. Namun bukan hidup namanya jika tidak ada halangan yang menghadang. Karna hidup tidak akan semulus jalan layang yang sengaja dibangun tanpa hambatan. Dan sebagai imbalannya saya harus sprint setelah itu.
But I keep thank God for it

Bulan Keenam

Masih terus berlari dan mendapatkan sesuatu mengenai makna hidup ‘Apa yang kita anggap sederhana seringkali memiliki makna yang tidak sederhana’. Filosofi ini saya dapat, dan tertuang pada tulisan saya sebelumnya ‘Kamu, Bukan Novel Roman Picisan’.
And I am thank God for it

Bulan Ketujuh

Dengan berbekal kekuatan yang masih tersisa saya terus berlari.. bukan untuk siapa, tapi untuk saya sendiri. Kenapa? Ya karna hidup perlu diperjuangkan bukan? Begitulah cara saya berjuang. Berjuang untuk hidup dan cinta. Ah.. rasanya seperti sedang membuat novel picisan. Namun apa yang dikatakan orang tentang ‘cinta itu butuh perjuangan’ benar adanya. Kita tidak bisa duduk santai sambil menunggu cinta itu datang dengan sendirinya.
Tapi disini I will always thank God for it

Bulan Kedelapan

Matahari begitu terik dan keringat mulai membasahi, namun anehnya saya mulai memikmati kegiatan berlari ini. Perjuangan dibulan ketujuh mulai saya nikmati hasilnya. Menikmati kehadiran keluarga baru, menikmati hari-hari dengan dia yang Tuhan ijinkan hadir dalam hidup saya. Dan menikmati waktu berlari bersamanya.
I thank God for him

Bulan Kesembilan             

Disini saya merasa waktu seakan tidak mengijinkan saya istirahat barang sebentar, namun mengajak saya untuk berlari bahkan lebih kencang lagi. Tuhan, dengan begitu asyiknya merancang hidup saya, tanpa saya tau akan dibawa lari kemana. Namun seperti halnya saya tidak diijinkan berhenti berlari saya juga tidak mengijinkan diri saya untuk berhenti bersyukur. Karna semakin hari setiap rancanganNya atas hidup saya semakin nyata.
Still, thank God for it

Bulan Kesepuluh

Bisa dibilang bulan bersejarah buat hidup saya. Sungguh saya tidak ingin berlari disini, saya justru ingin waktu ini terhenti dulu. Sebentar saja. There’s one of my lifetime moment. Yang ngga akan terulang lagi, yang hanya akan terlewati sekali seumur hidup. Tentu tidak ada seorangpun yang ingin melewati momen bersejarah ini dengan berlari. Menikah?!?! Belum. Namun ini gerbang menuju kesana. Momen yang ditunggu semua gadis yang sudah dikejar-kejar pertanyaan ‘kapan?’ dari mama dan saudara-saudara ketika ada pertemuan keluarga. Namun tentu saja alasan saya ‘say yes’ bukan karna pertanyaan yang tak kunjung berhenti itu, tapi lebih karena saya percaya ‘seseorang di bulan kedua’ datang untuk suatu alasan. Dan inilah alasannya. Makin  masuk akal kan?
And I am sooooooo thankfull for it

Bulan Kesebelas

Rasanya tidak ada yang perlu saya jelaskan disini. Karna waktu terasa berlari semakin cepat. Semua mendukung setiap proses yang kami persiapkan. And another grateful moment adalah saya boleh menikmati satu tahun lagi bertambahnya usia. Dengan begitu banyak ‘kado’ berharga yang saya terima. Dari mulai kehilangan pekerjaan dan tergantikan dengan hadiah yang jauuh lebih indah dari kehilangan saya. The best part, saya bisa mulai memberi waktu lebih untuk passion saya yang telah begitu lama tertunda. Yes! I’m a florist now. And my another turning point is... saya dipercaya menjadi seorang guru yang juga jadi cita-cita semasa TK. Yups! Jadi guru TK hahhaa.... Jauh dari masuk akal, namun Dia lebih tau apa yang terbaik untuk saya.
I am more than thankfull for it

Bulan Keduabelas

Yah.. sudah akhir tahun saja. Tapi saya tau ini bukan akhir arena berlari saya. Justru ini adalah waktu dimana saya mulai menikmati diajak berlari sama Tuhan. Itulah kenapa saya bilang diakhir semuanya jadi lebih masuk akal.


Harus saya akui memang tahun 2015 membuat saya agak terengah karena terus membawa saya untuk berlari.
Bahkan masih terlalu banyak momen berlari yang terlewatkan untuk saya tulis dari tahun 2015 kemarin, but it’s doesn't mean that does not important for me.
Kalau boleh saya ringkas saja, ada begitu banyak hal yang mendewasakan saya, menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, menggantikan kehilangan saya, bahkan memberi saya harapan baru untuk terus berlari di tahun 2016 ini..

So.. 2016

Have you even more and more amazing than last year...

Let's bring me to run!!