Untukku.. Sang pecinta cappuccino..
Aku dan kamu seperti racikan late dan susu
Seperti krisan dan tulip
Seperti krisan dan tulip
Anak-anak dan pelangi
Sudah ini hanya ambigu, tak perlu dipikirkan
Sudah ini hanya ambigu, tak perlu dipikirkan
Untukku.. Sang pecinta cappuccino..
Kamu pahit
Tapi lalu manis
Tapi lalu manis
Kadang asam
Tapi tidak hambar
Aku, kamu seperti secangkir cappuccino
Kamu.. sang pemikir handal
Ego yang tak pernah kalah
Namun lembut disaat yang sama
Aku.. Sang penyeduh kopi
Dengan segala mimpi-mimpiku
Yang tak pernah berhenti
Tapi tidak hambar
Aku, kamu seperti secangkir cappuccino
Kamu.. sang pemikir handal
Ego yang tak pernah kalah
Namun lembut disaat yang sama
Aku.. Sang penyeduh kopi
Dengan segala mimpi-mimpiku
Yang tak pernah berhenti
Terasa lucu ketika mengingingatnya
Ketika kita sering kali hanya saling melempar cela
Untukku lebih baik begitu
Ketika tak ada sakit hati pada setiap celoteh
Saat tak perlu menjadi orang lain ketika sedang bersamamuAku.. kamu.. dalam satu cangkir
Tidak sama tapi tak apa
Meski kadang pahit tapi lalu manis
Seperti..
c.a.p.p.u.c.c.i.n.o
c.a.p.p.u.c.c.i.n.o
No comments:
Post a Comment